TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menekankan pentingnya penggalian potensi baru dan inovasi dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kukar, yang membahas laporan badan anggaran dan persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terkait Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.
Dalam pidatonya, Rendi menyampaikan sejumlah catatan dari fraksi-fraksi DPRD dan menggarisbawahi bahwa Kutai Kartanegara perlu berani menggali potensi ekonomi baru, tidak hanya mengandalkan sumber-sumber pendapatan yang sudah ada.
“Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama menggali lebih dalam potensi-potensi lainnya di Kutai Kartanegara, bukan hanya yang sudah ada saja,” ujar Rendi.
Menurutnya, orientasi APBD Perubahan kali ini bukan semata pada besaran modal atau siapa yang mengelola Perusahaan Daerah (Perusda), melainkan bagaimana menggali sumber daya dan pendapatan asli daerah melalui ide-ide inovatif dari DPRD dan pemerintah.
Rendi juga menyoroti ketergantungan daerah terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Perimbangan Hasil (DPH) dari pusat yang dinilai perlu dikurangi secara bertahap.
“Kita sudah merasakan dampaknya, tahun depan DBH akan diratakan semua. Ini tentu akan berpengaruh besar terhadap perputaran ekonomi di Kukar,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa perputaran uang di Kukar yang biasanya mencapai lebih dari Rp10 triliun, tahun depan diperkirakan akan menurun hingga separuhnya, hanya sekitar Rp5 triliun. Kondisi ini akan berimplikasi terhadap daya beli masyarakat, pendapatan daerah, dan potensi inflasi.
“Biasanya uang di Kukar berputar Rp10 triliun, nanti hanya Rp5 triliun. Artinya akan ada dampak langsung terhadap perekonomian kita,” tegasnya.
Karena itu, Rendi mengajak seluruh pihak, baik DPRD maupun perangkat daerah, untuk bersinergi dan berpikir kreatif dalam menghadapi perubahan ekonomi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan lama. Kita harus menggali potensi baru dan mewujudkan inovasi agar Kutai Kartanegara bisa tumbuh secara mandiri,” pungkasnya. (as/adv)




