Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

UMKM Kukar Tembus Pasar Asia hingga Eropa, Produk Lokal Jadi Primadona Ekspor

TENGGARONG – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus pasar internasional. Mulai dari olahan ikan hingga kerajinan berbahan serabut kelapa dan serat daun nanas, produk lokal Kukar kini telah dipasarkan ke berbagai negara di Asia hingga Eropa.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi UKM Kukar, Fathul Alamin, menyebut sektor perikanan menjadi penyumbang utama ekspor. Salah satu produk andalan adalah kerupuk amplang berbahan ikan lokal yang kini rutin dikirim ke sejumlah negara Asia Tenggara.

Selain itu, sambal khas Kukar berbahan cabai lokal berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura. Sementara komoditas kerajinan seperti lidi lipa, serabut kelapa, dan serat daun nanas bahkan sudah diekspor hingga ke benua Eropa.

“Sebagian besar UMKM ini bergerak mandiri, mereka sudah memiliki jejaring sendiri ke luar negeri,” ungkap Fathul, Selasa (5/8/2025).

Melihat potensi tersebut, Pemkab Kukar melalui Diskop UKM akan secara rutin menggelar business matching mulai 2025 hingga lima tahun mendatang. Agenda ini mempertemukan langsung UMKM unggulan dengan eksportir global untuk memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

“Business matching jadi jembatan konkret. Kami bantu pertemukan pelaku usaha dengan buyer internasional,” tambahnya.

Dari sisi kesiapan, pelaku UMKM Kukar juga mulai melengkapi legalitas sesuai standar internasional. Beberapa di antaranya telah mengantongi sertifikasi HACCP, sistem keamanan pangan global, serta CPPOB, standar produksi pangan olahan yang higienis.

“Legalitas kami sesuaikan dengan target pasar. Tidak semua harus HACCP, tergantung segmentasi dan kebutuhan buyer,” jelasnya.

Selain ekspor, Pemkab Kukar juga mendorong produk UMKM masuk ke jaringan ritel modern nasional melalui program Inovasi Dagang Kemitraan yang sudah bergulir sejak 2021. Beberapa produk unggulan berhasil menembus etalase toko-toko besar.

READ  Pemkab Kukar Sudah Pasang 2.450 Lampu Jalan

Namun, Fathul mengakui tantangan masih ada. Persyaratan administrasi dan standar mutu dari ritel modern menjadi kendala utama sebagian UMKM. “Kami terus dampingi pelaku usaha agar bisa memenuhi standar retail dan memastikan kerja sama tetap adil,” tutupnya. (Adv/NC)

BERITA POPULER