Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TPS 3R di Desa Lebak Cilong Jadi Contoh Mandiri Kelola Sampah Berbasis Masyarakat

TENGGARONG – Di tengah peliknya persoalan sampah rumah tangga di Kutai Kartanegara (Kukar), secercah harapan lahir dari Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis. Berbekal dukungan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, desa ini mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri sekaligus berkelanjutan.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur, menegaskan bahwa hadirnya TPS 3R bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah untuk membentuk budaya baru dalam masyarakat. “TPS 3R ini menjadi bukti nyata bahwa desa bisa mandiri dalam mengelola sampah. Ini bukan hanya soal alat atau bangunan, tapi soal perubahan pola pikir dan perilaku,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Berbeda dengan pembuangan konvensional, TPS 3R berfungsi menyortir sekaligus mengolah sampah agar tidak semuanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah organik dapat diubah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai bisa didaur ulang atau dijadikan kerajinan.

Menariknya, fasilitas ini dikelola langsung oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah desa. Bahkan desa tetangga, seperti Lebak Mantan, juga bisa memanfaatkannya. “Ke depan, kami ingin TPS 3R mendukung ekonomi kreatif desa. Sampah bukan lagi beban, tapi peluang,” tutur Fadhli optimistis.

Untuk menunjang operasional, DLHK Kukar telah menyalurkan dukungan logistik berupa dua unit dump truck, dua mobil pengangkut sampah, serta satu kendaraan operasional tambahan yang kini melayani Desa Lebak Mantan. Sistem pengangkutan pun dirancang lebih dekat ke warga, dengan petugas menjemput sampah menggunakan kendaraan L300. Setiap RT juga disiapkan tempat pembuangan sementara agar lebih mudah dikontrol.

Meski infrastruktur tersedia, Fadhli menekankan bahwa keberhasilan program tetap bertumpu pada partisipasi warga. Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci agar TPS 3R tidak kewalahan. “Kami ingin kesadaran ini tumbuh dari dalam, bukan karena diawasi. Kalau warga sadar sampah bisa berdampak buruk bila tak dikelola, maka perubahan akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.

READ  DLHK Kukar Gelar Penanaman Pohon Serentak

Dengan konsep ini, Desa Lebak Cilong diharapkan menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mandiri, berdaya guna, dan berkelanjutan. (Adv/NC)

BERITA POPULER