TENGGARONG – Pulau Kumala kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam kunjungannya ke kawasan wisata ikonik di tengah Sungai Mahakam tersebut, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyoroti permasalahan akses yang hingga kini masih menjadi kendala utama dalam pengembangan destinasi wisata unggulan itu.
Saat ini, satu-satunya jalur menuju Pulau Kumala hanyalah Jembatan Repo-Repo, yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun, jalur ini dinilai belum ideal karena kondisi cuaca kerap menjadi faktor penghambat kenyamanan wisatawan.
“Ketika cuaca mendung atau hujan, banyak wisatawan yang enggan menyeberang karena faktor keamanan dan kenyamanan,” ujar Rendi, Sabtu (16/8/2025).
Sebelumnya, sempat muncul wacana pembangunan jembatan khusus kendaraan yang menghubungkan daratan Tenggarong dengan Pulau Kumala. Namun, menurut Rendi, proyek tersebut sulit direalisasikan karena membutuhkan anggaran sangat besar.
“Biayanya bisa mencapai sekitar Rp 800 miliar, dan secara hitungan bisnis tidak sebanding dengan potensi pendapatan wisata,” jelasnya.
Sebagai alternatif, Pemkab Kukar kini tengah mempertimbangkan opsi penyeberangan mobil langsung ke Pulau Kumala. Nantinya, wisatawan dapat membawa kendaraan hingga ke area parkir di dalam pulau, kemudian berkeliling menggunakan kendaraan listrik yang disiapkan pengelola.
“Opsi ini lebih efisien dan realistis, sekaligus sejalan dengan konsep ramah lingkungan yang kita usung,” tegas Rendi.
Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, sekaligus menghidupkan kembali Pulau Kumala sebagai ikon pariwisata Kalimantan Timur. Dengan dukungan infrastruktur yang baik dan konsep wisata hijau, Pemkab Kukar optimistis kawasan ini akan kembali menjadi destinasi unggulan berbasis ekowisata modern. (as/adv)




