Rabu, Juni 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Puncak Rakyat Jadi Wisata Edukasi Baru di Desa Manunggal Jaya

TENGGARONG – Desa Manunggal Jaya terus berbenah mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam dan edukasi. Salah satu upayanya adalah dengan membuka dan mengelola kawasan hutan rakyat yang kini dikenal dengan nama Puncak Rakyat. Kawasan ini dikembangkan secara bertahap, dengan target perluasan hingga mencapai 25 hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Desa Manunggal Jaya, Rudy Ismanto, menjelaskan bahwa pengembangan Puncak Rakyat tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memiliki nilai pendidikan lingkungan. Kawasan ini telah menjadi tempat berkemah dan kegiatan lapangan bagi pelajar hingga mahasiswa dari berbagai daerah.

“Antusiasme anak-anak sekolah sampai mahasiswa Universitas Mulawarman yang berkemah di sana sangat luar biasa. Mereka bisa belajar langsung tentang alam, konservasi, dan kehidupan pedesaan,” ujar Rudy, Jumat (27/6/2025).

Melalui kegiatan berkemah dan edukasi lapangan, para peserta diajak mengenal ekosistem hutan rakyat sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam. Menurut Rudy, pengalaman tersebut memberikan dampak positif bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas Desa Manunggal Jaya sebagai desa wisata berkelanjutan.

“Puncak Rakyat bukan sekadar tempat wisata. Kami ingin menjadikannya laboratorium alam terbuka, tempat belajar sekaligus ruang rekreasi yang menenangkan,” tambahnya.

Rudy menuturkan, pengembangan area wisata ini masih terus dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Warga sekitar juga dilibatkan sebagai pengelola dan penyedia jasa wisata seperti pemandu, penyewaan tenda, hingga penjualan produk UMKM lokal.

“Kami ingin masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Semakin banyak pengunjung, semakin tumbuh pula ekonomi desa,” ungkapnya.

Kawasan Puncak Rakyat diharapkan menjadi destinasi unggulan baru Kutai Kartanegara yang memadukan potensi alam, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kesatuan ekowisata desa yang berkelanjutan. (as/adv)

READ  Banyak Korban, Pemdes Sepatin Pasang Spanduk Imbauan Bahaya Buaya

BERITA POPULER