Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Produk UMKM Kukar Tembus Pasar Ekspor, Jam Tangan dan Kacamata Kayu Menggeris Jadi Daya Tarik di Expo Erau 2025

TENGGARONG – Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) tampil menonjol dalam gelaran Expo Erau 2025 dengan menampilkan beragam produk kreatif dan inovatif buatan pelaku UMKM lokal. Dua tema utama diangkat tahun ini, yakni “Koperasi Desa Merah Putih” dan “Produk Unggulan Kutai Kartanegara.”

Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Diskop-UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa pihaknya membawa sejumlah produk terbaik hasil binaan koperasi dan pelaku usaha dari berbagai kecamatan di Kukar.

“Kami menampilkan dua kelompok produk utama. Pertama, hasil olahan berbasis pertanian seperti makanan dari buah dan sayuran. Kedua, produk suvenir khas Kukar seperti kacamata dan jam tangan berbahan kayu ulin serta menggeris yang kini sudah menembus pasar ekspor,” ungkap Fathul, Minggu (21/9/2025).

Produk jam tangan dan kacamata berbahan kayu menggeris dan legam menjadi sorotan utama pengunjung. Kualitasnya yang premium serta desainnya yang elegan membuatnya diminati baik oleh masyarakat lokal maupun kolektor dari luar daerah.

Harga produk yang ditampilkan cukup bervariasi. Untuk produk makanan olahan dijual dengan kisaran Rp10.000–Rp25.000, sementara jam tangan logam dibanderol mulai Rp300.000 hingga Rp1,5 juta. Khusus jam tangan berbahan kayu menggeris, harga mencapai Rp2 juta–Rp6,5 juta, tergantung model dan detail pengerjaan.

“Kami ingin produk-produk lokal Kukar ini makin dikenal dan diminati masyarakat luas. Apalagi beberapa produk sudah terbukti mampu menembus pasar ekspor, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” tambahnya.

Melalui partisipasi pada Expo Erau 2025, Diskop-UKM Kukar berharap promosi produk lokal tidak hanya meningkatkan omzet pelaku usaha kecil, tetapi juga memperkuat identitas ekonomi kreatif daerah.

“Pemberdayaan UKM menjadi salah satu pilar utama peningkatan ekonomi masyarakat. Kami ingin pelaku UKM Kukar terus naik kelas dan berdaya saing hingga ke pasar internasional,” tutup Fathul. (as/adv)

READ  Jadi Percontohan, Pemdes Bhuana Jaya Fokus Kerjakan Kampung KB

BERITA POPULER