TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat langkah dalam mengentaskan penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan target eliminasi pada tahun 2030. Dinas Kesehatan Kukar kini memanfaatkan teknologi modern untuk mempercepat deteksi dini melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) dan X-Ray Portable yang telah tersedia di sejumlah puskesmas.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, menyebut Kukar sebagai salah satu daerah paling aktif di Kalimantan Timur dalam memanfaatkan peralatan medis canggih untuk skrining dan penanganan TBC.
“Kukar termasuk paling dulu menggunakan X-Ray Portable di Kaltim,” ungkap Supriyadi, Jumat (15/8/2025).
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan strategi utama untuk menemukan kasus TBC lebih cepat sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat.
“Penanganan ideal itu menemukan dan menangani secepatnya agar rantai penularan bisa diputus,” tambahnya.
Tahun 2025 ini, Dinkes Kukar menargetkan penemuan 2.809 kasus TBC dengan sasaran skrining 24.272 orang. Hingga Mei 2025, sudah 11.466 orang diskrining, dan ditemukan 491 kasus baru yang langsung mendapatkan pengobatan sesuai protokol nasional.
Supriyadi menegaskan, keberhasilan program eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini, terutama bagi yang memiliki gejala batuk kronis atau pernah kontak dengan penderita.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC, karena penyakit ini bisa disembuhkan sepenuhnya dengan disiplin menjalani pengobatan jangka panjang antara 6 hingga 22 bulan.
“Kuncinya adalah deteksi dini dan kepatuhan berobat. Jangan takut memeriksakan diri, karena semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh,” tutupnya. (as/adv)




