TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kukar tahun 2025 telah mencapai 62 persen, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa program inovasi di berbagai sektor pemerintahan daerah berjalan dengan baik dan terarah.
“Alhamdulillah, indeks inovasi daerah kita sudah di angka 62 persen. Ini artinya kegiatan inovasi di Kutai Kartanegara berjalan positif dan sudah memenuhi target yang ditetapkan,” ujar Aulia dalam sambutannya pada pembukaan Pekan Inovasi Kabupaten Kukar 2025, Senin (23/9/2025).
Menurut Aulia, capaian tersebut tidak hanya menjadi tolak ukur kinerja, tetapi juga menjadi motivasi agar seluruh perangkat daerah terus berinovasi secara berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen membangun budaya inovatif di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kita, dengan adanya penilaian ini, kegiatan inovasi bisa berlanjut terus. Bukan hanya untuk mengejar angka, tapi untuk membentuk budaya kerja yang adaptif dan kreatif,” tambahnya.
Bupati menekankan bahwa tujuan utama inovasi bukan sekadar pencapaian angka, melainkan membangun pola pikir dan sistem kerja yang lebih terbuka terhadap perubahan. Ketika inovasi sudah menjadi budaya dalam organisasi, setiap pegawai akan melakukannya secara sukarela dan berkelanjutan.
“Jadi nanti orang tidak merasa terpaksa berinovasi, karena sudah menjadi budaya dan bagian dari etos kerja organisasi perangkat daerah,” tegas Aulia.
Ia juga berharap Pekan Inovasi ini menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide antarinstansi di lingkungan Pemkab Kukar. Dengan budaya inovasi yang kuat, Pemkab Kukar optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin memastikan inovasi ini benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya administratif,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar menargetkan peningkatan indeks inovasi daerah secara bertahap hingga 75 persen pada tahun depan, dengan fokus pada penguatan sistem pelayanan publik berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor. (as/adv)




