Kamis, Juni 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harganas ke-32 di Kukar: Keluarga Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi dan Sosial

KUKAR – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 yang dipusatkan di Taman Eks Tanjong, Tenggarong, Sabtu (30/8/2025), tidak sekadar berlangsung sebagai acara seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran keluarga sebagai pilar utama kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, menekankan bahwa Harganas bukan hanya agenda tahunan untuk memperingati peran keluarga. Lebih dari itu, peringatan ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). “Kalau ekonominya kuat, keluarga bisa lebih sejahtera, bisa memberikan makanan bergizi, dan anak-anak akan tumbuh sehat, cerdas, serta menjadi generasi kuat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan hari pertama Harganas di Kukar diisi dengan gelar dagang yang menampilkan produk-produk kreatif hasil pemberdayaan keluarga dari berbagai daerah. Booth yang dikelola para kader memperlihatkan langsung bagaimana keluarga yang berdaya ekonomi mampu menopang kesejahteraan generasi berikutnya. Selain itu, masyarakat juga terlibat aktif dalam lomba yel-yel, penyuluhan, serta cerdas cermat.

Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, menyebut kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan puncak acara di hari kedua. “Kebetulan tahun ini gilirannya Kukar menjadi tuan rumah pelaksanaan Harganas ke-32. Maka kita mulai dengan gelar dagang dan empat cabang lomba. Besok merupakan puncak acara yang juga dirangkai dengan berbagai kegiatan layanan untuk masyarakat,” jelas Dafip.

Tidak hanya berhenti pada acara seremonial, Harganas di Kukar juga menghadirkan program nyata bagi masyarakat. Salah satunya bedah rumah di Loa Janan yang digelar berkat kolaborasi pemerintah dan pihak ketiga. Program ini menunjukkan kepedulian langsung terhadap kebutuhan dasar warga. Selain itu, kegiatan temu lansia menjadi sorotan tersendiri.

READ  Loa Janan Punya Data Center, Dukung Program Satu Data Indonesia

Dafip menegaskan pentingnya pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan tidak sekadar bergantung pada keluarga maupun negara. Dengan begitu, keberadaan lansia justru dapat menjadi kekuatan sosial serta teladan bagi generasi muda.

Momentum Harganas ke-32 ini sekaligus menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Berbagai program yang cepat dirasakan manfaatnya diharapkan mampu langsung menyentuh warga sehingga dampak terhadap kesejahteraan keluarga lebih nyata.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia. Menurut Dafip, kesejahteraan keluarga adalah titik awal bagi keberhasilan pembangunan bangsa. “Keluarga adalah fondasi utama bangsa. Kalau keluarga sejahtera, maka masyarakat dan daerah juga akan maju,” pungkasnya. (adv/SA)

BERITA POPULER