TENGGARONG – Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tenggarong terus meningkat. Namun di balik ramainya aktivitas warga, masih ada pekerjaan rumah besar terkait perawatan taman yang belum merata di seluruh wilayah.
Masalah utamanya bukan kurangnya perhatian dari pemerintah, melainkan tumpang tindih kewenangan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyebabkan sejumlah taman belum tertangani secara optimal.
Padahal, taman-taman seperti Taman Cerdas, Taman Kartanegara, Taman Ulin, Taman Enggang, hingga Taman Kota Raja setiap harinya dipadati pengunjung. Warga datang untuk berolahraga, bermain bersama anak, hingga sekadar menikmati suasana sore di tengah kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengakui bahwa pihaknya masih terbatas dalam mengambil langkah perawatan karena sebagian taman belum sepenuhnya berada dalam kewenangan DLHK.
“Jadi data RTH ini kami fokus rapikan, salah satunya Taman Kartanegara di Tenggarong Seberang itu. Masih abu-abu, jadi kami belum bisa melakukan perawatan,” ujar Slamet, Jumat (3/10/2025).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLHK Kukar tengah melakukan inventarisasi dan pendataan menyeluruh terhadap seluruh RTH di Kabupaten Kukar. Langkah ini menjadi dasar penting untuk menentukan prioritas perawatan serta alokasi anggaran di tahun mendatang.
DLHK menargetkan proses identifikasi dan validasi data rampung tahun ini, sehingga mulai 2026 program perawatan taman bisa dijalankan secara maksimal sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
“Kita perlu identifikasi dulu mana yang menjadi prioritas sehingga bisa kita rawat dan percantik. Salah satu yang berjalan saat ini adalah pelimpahan Taman Kota Raja dari Dinas PU, itu akan kita segera benahi kalau sudah selesai,” lanjutnya.
Slamet menegaskan, kepastian kewenangan antar-OPD menjadi kunci utama agar setiap RTH dapat terkelola dengan baik dan memberi kenyamanan bagi masyarakat.
“Kalau datanya sudah jelas, kewenangan sudah selesai, tentu perawatan akan lebih mudah dilakukan,” pungkasnya. (as/adv)




