Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinkes Catat 8.167 Kasus Diare, Faktor Utama Kebersihan Lingkungan

TENGGARONG –  Diare merupakan penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) dalam 3 tahun terakhir. Penyebabnya diduga akibat kurangnya gaya hidup bersih.

Pada 2021, di Kukar tercatat ada 4.362 kasus diare yang masuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar. Lalu pada 2022 ada sebanyak 4.182 kasus dan pada 2023 meningkat dua kali lipat ada sebanyak 8.167 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi mengatakan, faktor utama kasus diare adalah kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Diare memang merupakan penyakit berbasis lingkungan.

“Artinya kalau (kasus) diare tinggi berarti kesehatan lingkungan kita yang mesti perlu mendapatkan perhatian khusus, baik sarana atau lingkungan dan perilaku masyarakat,” ungkapnya. Dinkes tambahnya, saat ini gencar melakukan edukasi kepada masyarakat seputar kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat.

Terkait rentang usia yang paling banyak terpapar kasus diare, Supriyadi menyebutkan rata-rata menyerang anak-anak dan dewasa. Untuk kasus yang menyerang anak-anak lebih kepada kebersihan lingkungan sekolah, area lingkungan bermain anak-anak, dan kebersihan jajanan anak-anak.

Sementara untuk orang dewasa katanya, akibat kurang peduli terhadap kebersihan. Padahal kuncinya, kata Supriyadi, terus melanjutkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan ataupun setelah berkegiatan di luar rumah. “Kasusnya merata di setiap kecamatan karena penyakit umum,” tutupnya. (adv)

READ  Dinkes Catat 1.153 Kasus TBC di Kukar Selama 2023

BERITA POPULER