Kamis, Juni 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Digitalisasi Pendidikan Harus Setara dengan Keamanan Jaringan

TANJUNG REDEB – Program pengembangan digitalisasi pendidikan harus sejalan dengan peningkatan keamanan jaringan untuk meminimalisasi kejahatan siber yang semakin marak. Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menilai, sektor pendidikan pada era digitalisasi saat ini tak luput dari transformasi.

Digitalisasi pendidikan kian masif dilakukan, baik di level sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Termasuk juga kelengkapan sarana digital di lembaga pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital.

“Dalam proses digitalisasi pendidikan memang diperlukan keseimbangan antara kelengkapan sarana infrastruktur, keamanan jaringan dan literasi para penggunanya, yaitu peserta didik serta para pengajar,” ungkapnya.

Dia mendorong kolaborasi yang baik para pemangku kepentingan antara pemerintah pusat dan daerah dapat dibangun guna mewujudkan infrastruktur digital yang kuat untuk mendukung digitalisasi pendidikan.

“Karena, keberhasilan sistem pendidikan dalam beradaptasi dengan perkembangan global saat ini, sangat menentukan kualitas setiap anak bangsa pada masa mendatang dalam menghadapi setiap tantangan,” jelasnya.

Kata dia, kepedulian seluruh anak bangsa dalam proses pembangunan pendidikan harus terus dibangkitkan, demi mewujudkan bangsa Indonesia yang tangguh dan berkarakter kuat agar mampu berkompetisi hingga kancah internasional.

Selain itu, pada era digital saat ini, keamanan siber menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam sektor pendidikan. Pasalnya, lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, menyimpan dan mengelola banyak informasi sensitif, termasuk data siswa, catatan akademik dan informasi staf.

“Untuk itu, perlindungan terhadap data ini dari serangan siber menjadi sangat krusial,” bebernya.

Apalagi kata Waris, sektor pendidikan menjadi sasaran yang menarik bagi para penjahat cyber. ”Para penjahat cyber menggunakan berbagai metode canggih untuk mencuri data atau mengganggu operasi lembaga pendidikan,” tutupnya. (adv)

READ  Madri Minta Pemkab Perhatikan Fasilitas Wisata Bagi Disabilitas

BERITA POPULER