BERAU – Menjelang berakhirnya Tahun Anggaran (TA) 2025, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk bergerak cepat dalam memaksimalkan penyerapan anggaran.
Hal ini menjadi perhatian serius mengingat progres serapan anggaran hingga November 2025 dinilai masih jauh dari target.
Menurut Subroto, rata-rata serapan anggaran Pemkab Berau baru berada di bawah 70 persen. Angka tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan karena berpotensi menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) jika tidak ada percepatan signifikan dalam waktu dekat.
“Kalau baru sampai segitu tentu kita khawatir akan jadi SiLPA lagi. Makanya ini harus bisa dikejar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa rendahnya serapan anggaran secara langsung berdampak pada lambatnya realisasi pembangunan. Sementara itu, masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar rencana yang tidak kunjung terealisasi.
“Karena ketika serapan rendah, pembangunan belum berjalan maksimal. Padahal masyarakat menunggu hasil nyata, bukan rencana di atas kertas,” tegasnya.
Subroto juga mengingatkan bahwa pelaksanaan proyek akhir tahun tidak memiliki waktu yang panjang. Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi yang lebih intens antara perangkat daerah, termasuk penyesuaian timeline pelaksanaan kegiatan, agar tidak terjadi penundaan hingga tahun berikutnya.
“Pelaksanaan proyek akhir tahun tidak lama lagi. Karena itu, model koordinasi dan pembagian timeline pengerjaan perlu diatur sedemikian rupa supaya target tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jika suatu pekerjaan baru dilaksanakan tahun depan, akan menghadapi tantangan lebih besar, terutama karena adanya kebijakan efisiensi yang membuat banyak anggaran harus dipangkas.
Dirinya berharap Pemkab dapat segera mengambil langkah-langkah percepatan, termasuk memperkuat pengawasan, evaluasi mingguan, dan mempercepat proses administrasi agar serapan anggaran dapat optimal.
Menurutnya, Percepatan ini dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
“Kalau tahun depan baru dikerjakan akan sulit. Karena banyak anggaran dipangkas,” tandasnya. (adv)




