Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Desa Muara Kaman Ulu Bangun Pelantar Wisata Ulin di Tepian Sungai Matang

TENGGARONG – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai membangun pelantar wisata berbahan kayu ulin di tepian Sungai Matang. Proyek ini menjadi langkah strategis menghadirkan destinasi baru bagi masyarakat sekaligus memanfaatkan potensi alam desa yang memiliki panorama indah khas tepian Mahakam.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap menggunakan Dana Desa (DD). Meski dengan keterbatasan anggaran, proyek tetap dilaksanakan berkesinambungan agar manfaatnya bisa segera dirasakan warga.

“Prinsipnya dikerjakan terus, meskipun sedikit demi sedikit. Jadi berkelanjutan, tidak sekaligus selesai,” ujar Hendra, Jumat (5/9/2025).

Konsep pelantar ini terinspirasi dari Taman Tanjung Tenggarong, namun dikembangkan dengan sentuhan lokal khas Sungai Mahakam. Pemdes memilih kayu ulin sebagai material utama karena dinilai lebih kokoh, awet, dan memiliki nilai estetika tinggi.

“Modelnya seperti di Timbau, Taman Tanjung, tapi kita pakai ulin,” jelas Hendra.

Ia mengakui bahwa pembangunan pelantar membutuhkan biaya besar, bahkan bisa mencapai miliaran rupiah, sementara dana desa yang tersedia setiap tahun sangat terbatas.

“Untuk proyek ini bisa sampai dua sampai tiga miliar, tapi DD terbatas, kadang hanya Rp75 juta sampai Rp100 juta,” ungkapnya.

Sebagai langkah percepatan, Pemdes Muara Kaman Ulu berencana menggandeng perusahaan sekitar melalui program tanggung jawab sosial (CSR) agar pembangunan bisa lebih cepat terealisasi.

Hendra menuturkan, lokasi pelantar memiliki daya tarik tersendiri karena dari sisi barat pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang indah di atas Sungai Matang.

“Pemandangannya bagus sekali. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi daya tarik utama,” katanya optimistis.

Lebih dari sekadar ruang publik, proyek ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah desa menyiapkan konsep pengembangan UMKM dan kuliner lokal, serta penataan area untuk spot foto wisata.

READ  Hampir Rampung, TP PKK Kukar Pastikan Siap Gelar HKG ke-51 Kaltim

“Kalau sudah jadi, kios UMKM bisa kita siapkan. Ini bukan sekadar tempat wisata, tapi wadah perputaran ekonomi warga,” tegasnya.

Tahun depan, Pemdes menargetkan tambahan anggaran minimal Rp100 juta untuk melanjutkan pembangunan, sembari berharap dukungan dari sektor swasta dapat mempercepat penyelesaian.

“Sedikit demi sedikit kita bangun, yang penting konsisten. Mudah-mudahan di 2026 dapat tambahan anggaran dan ada dukungan dari perusahaan sekitar,” pungkasnya. (as/adv)

BERITA POPULER