Jumat, Mei 24, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cegah PMK, Distanak Kukar Sediakan 28 Ribu Dosis Vaksin

TENGGARONG – Untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) lebih luas, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan vaksinasi PMK untuk hewan ternak.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Distanak, Sutikno, melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gozali Rahman, Kamis (30/3/2023).

PMK merupakan penyakit ternak yang disebabkan oleh virus yang menyerang binatang berkuku belah, seperti sapi, domba, kerbau, kuda dan kambing. PMK tergolong penyakit ternak yang dapat menular dengan mudah. Penyakit ini menyerang mulut dan kuku ternak, yang mengakibatkan ternak kesulitan makan, bahkan hingga mati.

Aji Gozali menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan 2 tahapan vaksinasi. Dengan total 18 ribu dosis vaksin, yang telah disuntikan pada binatang ternak sapi.

“Kita dapat jatah masing-masing 9 ribu untuk tahap pertama dan kedua. Nanti ada tambahan lagi 10 ribu, jadi total keseluruhan 28 ribu dosis vaksin yang akan kita salurkan,” katanya.

Ia mengatakan, dosis vaksin yang didapat ini disebarkan kepada seluruh peternak di 20 kecamatan di Kukar. Namun untuk saat ini pihaknya masih terfokus pada vaksinasi terhadap ternak sapi.

Aji Gozali menambahkan, vaksin PMK ini tidak hanya diberikan sekali, tapi diberikan tiga kali. Jarak antara vaksin pertama dan kedua selama satu bulan. Sedangkan untuk vaksin ketiga memerlukan waktu 6 bulan.

“Nah kita agak kesusahan untuk vaksin dosis ketiga ini, karena ini kan masalah ekonomi warga. Seringkali banyak binatang ternak yang sudah dipotong sebelum di-vaksin dosis ketiga,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran PKM dari luar daerah, Aji Gozali mengatakan, pihaknya mewajibkan seluruh sapi yang datang dari luar pulau Kalimantan, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk wajib divaksin terlebih dahulu sebelum dipotong. (adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER