Kamis, Juni 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Angka Stunting di Kukar Turun Drastis Jadi 14,2 Persen, Dinkes Apresiasi Kerja Kolaboratif Lintas Sektor

TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menurunkan angka stunting membuahkan hasil menggembirakan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kukar turun signifikan dari 27,1 persen menjadi 14,2 persen pada tahun 2025.

Penurunan ini disebut sebagai salah satu capaian terbaik di Kalimantan Timur dan menjadi bukti keberhasilan pendekatan kolaboratif lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan berbagai perangkat daerah lainnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menyebut keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari sinergi semua pihak, mulai dari instansi teknis, pemerintah desa, hingga masyarakat.

“Awalnya angka stunting kita 27 persen, turun menjadi 17 persen, dan kini hasil survei terbaru menunjukkan 14,2 persen. Ini hasil kerja bersama, bukan hanya Dinkes,” ujar Kusnandar, Jumat (27/6/2025).

Ia menjelaskan, penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemberian gizi, tetapi juga perbaikan sanitasi lingkungan dan akses air bersih. Dalam hal ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Kalau gizi anak sudah baik tapi lingkungannya masih kotor dan anak sering diare, maka gizi yang masuk bukan untuk tumbuh, tapi untuk melawan penyakit. Itulah mengapa sanitasi menjadi faktor utama,” tegasnya.

Kusnandar menambahkan, kontribusi langsung Dinkes dalam penurunan stunting hanya sekitar 30 persen, melalui intervensi medis seperti pemberian makanan tambahan, suplemen gizi, serta pengobatan dan pendampingan balita stunting. Sementara sisanya bergantung pada perbaikan aspek non-medis seperti lingkungan, pola asuh, dan ketersediaan air bersih.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar program penanganan stunting lebih komprehensif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan capaian ini, Kukar optimistis dapat terus menurunkan angka stunting di bawah 10 persen sesuai target nasional. Pemerintah juga mendorong setiap kecamatan dan desa untuk menjaga komitmen bersama melalui program Gerakan Serentak Penurunan Stunting Kukar Idaman.

READ  Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kukar Tegaskan Pancasila Jadi Arah Pembangunan Daerah

“Harapannya capaian ini bisa menjadi motivasi bagi semua pihak untuk mempertahankan bahkan menurunkan lagi angka stunting. Karena ini bukan hanya soal angka, tapi masa depan generasi Kukar,” tutup Kusnandar. (as/adv)

BERITA POPULER