
TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menilai bulan Ramadan menjadi momentum menjaga harmoni dan toleransi. Bukan hanya dimaknai sekadar ibadah personal. Dirinya melihat momentum ini sebagai ruang mempererat persaudaraan lintas agama dan memperkuat koneksi sosial di Kabupaten Berau yang majemuk.
“Suasana kondusif selama Ramadan bukan hanya tanggung jawab umat muslim, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ucapnya. Kehidupan yang rukun dan saling menghormati, kata dia, adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial.
Sumadi juga mengimbau masyarakat non-muslim untuk turut menunjukkan sikap saling menghargai kepada saudara-saudara yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Begitu pula bagi umat muslim yang belum dapat menjalankan puasa agar tetap menjaga sikap hormat demi menciptakan suasana yang damai,” katanya.
Menurutnya, toleransi bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan dapat menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat rasa kebersamaan dan meneguhkan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Berau.
Ia berharap bulan suci tahun ini mampu menjadi penguat solidaritas sosial sehingga masyarakat tidak hanya meningkat secara spiritual, tetapi juga semakin kokoh dalam menjaga keharmonisan dan persaudaraan. “Jaga etika, jaga sikap, dan patuhi larangan yang sudah diatur oleh pemerintah selama bulan Ramadan ini,” tutupnya. (adv)




