Rabu, Juni 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Soal Ancaman Krisis Pangan, Sutami: Jangan Anggap Remeh

TANJUNG REDEB – Ancaman krisis pangan bukan sesuatu hal yang bisa dianggap tidak serius. Terlebih jika ketersediaan beras tidak memenuhi kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami mengungkapkan, pasokan beras saat ini masih bergantung dari Sulawesi dan Jawa. Jika dua wilayah itu mengalami kekurangan, maka pengiriman bakal dihentikan.

“Kalau mereka sendiri mulai kekurangan pasokan, bagaimana mungkin mereka akan terus mengirim beras ke Berau,” tuturnya.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menilai, Berau harus memiliki lumbung padi agar mencapai swasembada pangan yang bermuara pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Dengan kebijakan Presiden Prabowo yang juga menekankan pentingnya ketahanan pangan, kita harus mulai membangun kembali sektor pertanian kita,” tegasnya.

Dirinya juga menyoroti banyaknya lahan yang justru digunakan untuk perkebunan kelapa sawit sehingga komoditas pangan kurang berkembang. “Hal ini yang menyebabkan Berau terus bergantung pada pasokan beras dari luar daerah,” bebernya.

Sutami meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mencari solusi konkret guna meningkatkan produksi pangan di Berau.

“Saat ini hanya ada tiga daerah di Berau yang menjadi sentra produksi padi, yaitu Buyung-buyung, Labanan dan Merancang. Itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Berau,” paparnya.

Menilai kondisi tersebut, Sutami menekankan upaya peningkatan ketahanan pangan harus menjadi prioritas. “Kita berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan masa depan ketahanan pangan di Berau tetap terjaga,” pungkasnya. (adv)

READ  Syarifatul: Pemkab Harus Prioritaskan Pengelolaan Sampah di Pulau Derawan

BERITA POPULER