TENGGARONG – Kecamatan Sebulu kini menjelma sebagai salah satu pusat kebangkitan ekonomi rakyat di Kutai Kartanegara (Kukar). Geliat ini tidak lepas dari kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas melalui Forum Kemitraan Pemerintah (FKP) yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menyebut sinergi ini menjadi model pemberdayaan ekonomi baru yang berhasil menyalakan kembali semangat wirausaha masyarakat pasca-pandemi.
“Alhamdulillah, dengan terbentuknya FKP, UMKM di Kecamatan kami mulai bangkit,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Salah satu buktinya tampak dalam Open Race Ketinting Jilid 2 di Desa Segihan. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan tersebut tak hanya memacu adrenalin peserta, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Perputaran uang di kalangan pelaku UMKM mencapai Rp3 juta per hari, menunjukkan dampak langsung kegiatan terhadap pendapatan warga.
Dari warung kuliner hingga pengrajin kayu, semua kebagian berkah. Produk unggulan seperti olahan gula aren, makanan khas daerah, dan kerajinan kayu ulin menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Event seperti ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang hidup bagi UMKM kami untuk unjuk karya dan membangun jaringan baru,” tutur Edy.
Namun, di tengah semangat tersebut, masih ada tantangan klasik seperti akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas SDM. Banyak pelaku usaha belum memahami kemudahan fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Idaman, yang sebenarnya tidak memerlukan agunan.
“Masih banyak yang ragu karena mengira butuh SKTM atau jaminan. Padahal tidak. Karena itu kami terus dorong mereka agar berani memanfaatkan program pembiayaan resmi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam pelatihan kewirausahaan. Masih ada peserta yang kurang memanfaatkan pelatihan secara maksimal, padahal program ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
“Kami akan terus evaluasi dan motivasi agar pelatihan tidak hanya formalitas, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” tambah Edy.
Menurutnya, keberhasilan Sebulu bukan hanya diukur dari jumlah pelaku usaha yang tumbuh, melainkan dari kemampuan komunitas lokal menjadi tuan rumah di wilayah sendiri.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemkab Kukar, Dispora, dan FKP, Kecamatan Sebulu optimistis menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
“Kami ingin Sebulu menjadi contoh bahwa gotong royong ekonomi bisa dimulai dari tingkat kecamatan,” pungkasnya. (as/adv)




