TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berkomitmen kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wilayah Muara Kaman dikenal kaya akan destinasi wisata berlapis. Mulai dari situs bersejarah Lesong Batu, peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia, hingga panorama Danau Siran yang memukau dengan hutan gambut dan rumah apung di sekitarnya. Potensi alam dan sejarah ini menjadikan Muara Kaman memiliki daya tarik unik yang belum banyak dimiliki daerah lain.
Selain itu, tradisi leluhur, budaya lokal, dan kuliner khas menjadi kekayaan tambahan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, potensi besar tersebut dinilai belum tergarap maksimal.
Camat Muara Kaman, Barliang, mengakui bahwa sektor pariwisata di wilayahnya masih tertinggal dibanding daerah lain di Kukar. Ia menilai, diperlukan perhatian lebih serius agar potensi wisata dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
“Pariwisata ini masih tertinggal, padahal tamunya sudah luar biasa. Ke depan, ini akan menjadi fokus kami,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Menurut Barliang, Muara Kaman memiliki keunggulan dari sisi sejarah, infrastruktur, dan konektivitas yang semakin membaik. Ketiga faktor ini diyakininya menjadi modal penting untuk menjadikan pariwisata sebagai program strategis kecamatan.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) akan membawa dampak besar terhadap peningkatan arus wisata di Muara Kaman. Letak geografis yang berdekatan dengan kawasan strategis nasional menjadikan daerah ini ikut mendapat sorotan nasional.
“Otomatis dengan adanya IKN, kami ikut menjadi sorotan, karena titik kejayaan sejarah kerajaan ada di kami,” pungkasnya. (as/adv)




