Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Aulia: RPJMD 2025–2029 Harus Jadi “Kitab Suci Pembangunan” Kukar

TENGGARONG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digelar di Ruang Rapat Ing Martadipura, Kantor Bappeda Kukar, Selasa (16/9/2025). Forum ini tidak sekadar agenda rutin, melainkan wadah penting untuk melibatkan masyarakat dalam menyusun arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa Musrenbang RPJMD menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi, memperkaya gagasan, dan memastikan 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“RPJMD ini bukan milik pemerintah semata, tetapi milik seluruh masyarakat Kukar. Semua pihak harus merasa kepentingannya terwakili dalam 17 program dedikasi ini,” tegas Bupati Aulia.

Musrenbang ini dihadiri oleh beragam unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka dinilai krusial untuk memberi masukan, kritik, dan saran agar RPJMD yang disusun menjadi lebih realistis dan berdampak langsung.

Menurut Aulia, 17 program dedikasi yang menjadi roh RPJMD 2025–2029 bukan hanya deretan janji politik, tetapi manifestasi dari visi dan misi kepemimpinan yang harus dijalankan secara konkret dan berkelanjutan.

“Program pembangunan yang baik harus berangkat dari kebutuhan rakyat, bukan hanya dari atas ke bawah (top-down), tapi juga dari bawah ke atas (bottom-up). Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Setiap masukan dan usulan dalam Musrenbang, lanjutnya, akan ditampung dan dikaji lebih lanjut sebelum dokumen RPJMD dibawa ke DPRD untuk dibahas dan disahkan. Setelah disahkan, RPJMD akan menjadi pedoman utama seluruh perangkat daerah dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan selama lima tahun mendatang.

“RPJMD ini akan menjadi kitab suci pembangunan yang harus dijalankan dengan konsisten oleh semua perangkat daerah,” tambahnya.

READ  P-Apdesi Kukar Temui Komisi V DPR RI, Bahas Infrastruktur dan Pertanian

Bupati Aulia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan baru, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah sekitar Kukar. Menurutnya, Kukar harus adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan momentum kehadiran IKN untuk mempercepat kemajuan daerah.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkaya masukan dari seluruh stakeholder terkait rencana pembangunan lima tahun ke depan. Kita ingin RPJMD yang lahir benar-benar berpihak pada rakyat dan dapat diwujudkan bersama,” tutupnya. (as/adv)

BERITA POPULER