Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pertanian Digital dan Drone Sprayer Diterapkan di Kukar, Produktivitas Naik Dua Kali Lipat

TENGGARONG – Modernisasi pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) terus digencarkan sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu wujud nyatanya terlihat pada kegiatan Panen Demonstration Plot (Demplot) Padi LEISA serta penerapan Aplikasi Digital Farming dengan Drone Sprayer Agriculture, yang digelar di Lapangan Bola Kelurahan Bukit Biru, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan Bank Indonesia (BI), sebagai bagian dari komitmen memperkuat pertanian modern di Kalimantan Timur, khususnya Kukar yang dikenal sebagai salah satu sentra padi utama di provinsi ini.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengapresiasi langkah inovatif tersebut. Ia menilai bahwa mekanisasi pertanian di Kukar telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan kini saatnya memperluas pemanfaatan teknologi agar seluruh kelompok tani bisa merasakan manfaatnya.

Seno menyoroti penggunaan teknologi bioinfigurasi, yaitu sistem bakteri yang mampu meningkatkan produktivitas panen. Dari uji coba pada lahan seluas 10 hektare, produktivitas meningkat dari 3,6 ton menjadi 6 ton per hektare.

“Kalau teknologi ini diterapkan merata, termasuk di Kukar yang punya 13 ribu hektare sawah aktif, swasembada pangan bisa tercapai pada 2026. Kuncinya ada di irigasi, dan kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepat pembangunannya,” tegas Seno.

Sementara itu, Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa strategi pembangunan pertanian daerah bukan menambah lahan baru, melainkan mengoptimalkan lahan yang sudah ada melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Bersama Kodim Kukar, kami sudah membuktikan hasil panen meningkat dari 4 ton menjadi 6–7 ton per hektare. Di lokasi demplot ini bahkan naik dari 3,6 ton jadi 6,2 ton per hektare,” ujar Aulia.

READ  Kelurahan Maluhu Kerjakan Normalisasi Drainase di 5 RT

Ia menambahkan bahwa program petani milenial juga menjadi fokus pemerintah daerah. Generasi muda didorong terlibat aktif melalui dukungan peralatan modern seperti drone dan akses teknologi pertanian digital.

“Kami ingin petani muda adaptif terhadap teknologi baru. Karena itu, kami bantu dengan alat pertanian modern dan pelatihan digital farming,” jelasnya.

Selain inovasi teknologi, Pemkab Kukar juga menyiapkan dukungan permodalan tanpa bunga melalui program Kukar Idaman, dengan plafon kredit yang kini meningkat dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta. Skema ini memungkinkan petani meminjam modal sebelum musim tanam dan melunasi setelah panen.

“Dengan program ini, petani bisa lebih leluasa mengelola usaha taninya tanpa khawatir soal modal. Pemerintah juga memastikan pupuk subsidi tetap disalurkan secara merata,” tutup Bupati Aulia. (as/adv)

BERITA POPULER