Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tutup Masa Jabatan, Edi Damansyah: Politik Kukar Tak Selalu Ramah

KUKAR – Senin (30/6/2025) pagi menjadi saksi pergantian kepemimpinan di Kutai Kartanegara. Di halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Bupati Kukar periode 2019–2026, Edi Damansyah, resmi menyerahkan memori jabatan kepada pasangan dr. Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, yang kini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2024–2029.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi serah terima jabatan tersebut. Namun lebih dari itu, momen ini menjadi ruang refleksi bagi Edi untuk menyampaikan pesan mendalam tentang realitas politik Kukar yang sering kali penuh intrik dan ujian.

“Kukar ini tidak kekurangan tokoh politik, tapi sering kali wajahnya itu-itu saja. Setelah pemilihan selesai, hentikan permusuhan. Waktunya bekerja, bukan berdebat. Rakyat menunggu bukti, bukan janji,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Edi mengaku selama memimpin, ia menghadapi banyak dinamika yang menguji kesabaran dan integritasnya. “Kadang kita sudah bekerja sebaik mungkin, tapi tetap saja ada yang mencari kesalahan. Politik di Kukar kadang kejam, dan hanya yang sabar yang bisa bertahan,” katanya dengan suara bergetar.

Ia menegaskan kepada Aulia–Rendi agar tidak larut dalam euforia kemenangan dan tetap menjaga kepercayaan rakyat dengan kerja nyata. “Jangan saling sikut selama lima tahun ke depan. Karena kekuasaan itu sementara, tapi tanggung jawab di hadapan Tuhan akan kekal,” pesannya lirih namun tegas.

Pernyataan itu mencerminkan perjalanan panjang politik Kukar dalam dua tahun terakhir. Pilkada 2024 hingga Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2025 menjadi babak penuh dinamika, setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan PSU yang akhirnya memenangkan pasangan Aul–Rendi.

Meski tak lagi menjabat, Edi memastikan dirinya tidak akan meninggalkan Kukar. Ia menegaskan bahwa pengabdian sosial tak dibatasi oleh jabatan. “Kedinasan memang ada masanya, tapi tugas sosial tidak pernah berakhir. Kami tidak ke mana-mana, kami tetap di mana-mana—di desa, di kelurahan, di kecamatan, bersama masyarakat Kukar,” ujarnya.

READ  Pemkab Kukar Gandeng Perusahaan Jalankan Program TJSL

Ia menutup sambutannya dengan ajakan moral agar politik Kukar dijalankan dengan cara yang bermartabat dan beretika. “Mari kita bangun Kukar dengan politik yang santun dan beradab. Jangan biarkan dendam politik mengalahkan niat baik untuk rakyat,” katanya menutup pidato perpisahan yang disambut tepuk tangan panjang dari para tamu undangan. (as/adv)

BERITA POPULER