TENGGARONG – Kelurahan Baru menjadi satu-satunya wakil dari Kecamatan Tenggarong yang berhasil melaju ke babak enam besar dalam Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Kelurahan Baru dalam membangun budaya literasi masyarakat.
Lurah Baru, Bayu Ramanda, mengatakan pengembangan perpustakaan telah dilakukan secara konsisten sejak tiga tahun terakhir, jauh sebelum ada kompetisi. Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar ruang baca, melainkan pusat kegiatan edukasi dan pemberdayaan warga.
“Dengan atau tanpa lomba, kami memang berkomitmen menghadirkan perpustakaan yang aktif dan fungsional untuk masyarakat Kelurahan Baru,” ujar Bayu, Minggu (22/6/2025).
Bayu menambahkan, sejak awal pihaknya menjalin koordinasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar agar pengelolaan perpustakaan memenuhi standar nasional. Ia pun optimistis bisa meraih hasil terbaik dalam tahap akhir.
“Kami bersyukur bisa masuk enam besar. Kini saatnya bersaing untuk empat posisi terbaik. Insyaallah kami optimis membawa hasil yang membanggakan,” tegasnya.
Selain Kelurahan Baru, lima finalis lain yang lolos adalah Desa Kota Bangun III, Desa Liang Ulu, Desa Liang, Desa Rempanga, dan Desa Ponoragan. Seluruhnya akan menjalani tahap verifikasi lapangan sebagai penilaian akhir tim juri.
Pelaksana Tugas Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, menegaskan bahwa lomba perpustakaan bukan hanya ajang kompetisi, tetapi bagian dari strategi penguatan peran perpustakaan di tingkat akar rumput.
“Perpustakaan desa dan kelurahan harus lebih dari sekadar tempat membaca. Ia harus menjadi pusat literasi, inovasi, dan ruang pemberdayaan masyarakat,” jelas Rinda.
Ia menambahkan, lomba ini juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan perpustakaan sekaligus apresiasi bagi daerah yang serius mengembangkan layanan publik berbasis literasi.
Tahap verifikasi lapangan akan segera dilakukan, dengan penilaian mencakup sarana, program, keterlibatan masyarakat, hingga tata kelola perpustakaan. (Adv/NC)




