Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Distanak Kukar Dorong Pertanian Modern, Ajak Generasi Muda Jadi Motor Perubahan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus berupaya mengubah stigma lama bahwa bertani identik dengan lumpur dan lahan becek. Paradigma baru kini diarahkan agar pertanian tampil lebih bersih, modern, dan bahkan bisa dilakukan di pekarangan rumah dengan teknologi ramah lingkungan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa dunia pertanian kini tak lagi harus bergantung pada sawah luas. Sistem hidroponik, greenhouse, hingga irigasi tetes menjadi alternatif yang memungkinkan budidaya dilakukan di lahan terbatas. “Kami ingin mengubah citra bertani yang selama ini identik dengan lumpur. Sekarang, bertani bisa dilakukan secara bersih, modern, bahkan di halaman rumah,” ujarnya, Selasa (17/6/2025).

Transformasi ini menjadi bagian penting dari program Kukar Idaman yang mendorong keterlibatan generasi muda. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 500 petani milenial tercatat ikut serta dalam pengembangan pertanian di Kukar.

Meski begitu, Taufik menekankan bahwa predikat petani milenial tidak hanya ditentukan oleh usia. Rentang usia 19 hingga 39 tahun hanyalah syarat dasar, sementara kriteria utama adalah penerapan teknologi dalam aktivitas bertani. Penggunaan aplikasi pertanian, pemantauan cuaca digital, hingga sistem pemasaran online menjadi indikator penting. “Saat ini baru sebagian kecil petani muda yang benar-benar memenuhi kriteria tersebut,” jelasnya.

Untuk mempercepat perubahan, Distanak Kukar gencar mengadakan pelatihan melalui kelompok tani. Model kolektif ini dinilai lebih efektif dalam membangun kapasitas, memperkuat semangat berinovasi, serta mendorong regenerasi petani. “Dengan pendekatan yang tepat, petani muda bisa menjadi motor utama transformasi pertanian di Kukar,” pungkas Taufik. (Adv/NC)

READ  Bupati Lepas 546 Calon Haji Asal Kukar

BERITA POPULER