Rabu, Juni 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

GPM di Tenggarong Redam Harga Beras, Pemkab Kukar Pastikan Stok Terjangkau

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di tengah lonjakan harga beras menjelang musim panen. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada 28–29 Agustus 2025 di Creative Park Tenggarong, Pemkab bersama Kejaksaan Negeri Tenggarong menghadirkan solusi langsung untuk menjaga daya beli warga.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan beras menjadi komoditas utama dalam GPM kali ini. Pemerintah menyalurkan beras SPHP dari Bulog dan beras lokal binaan Diskepang dengan harga lebih rendah berkat subsidi ongkos angkut. “Kalau harga di gudang Rp15.100, kita turunkan Rp2.100 jadi Rp13.000 per kilogram. Masyarakat bisa beli lebih murah, sesuai HET,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).

Selain beras, GPM juga menyediakan kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng, tepung, hingga bawang. Untuk bawang merah dan putih, Pemkab bekerja sama dengan pedagang Pasar Mangkurawang dengan dukungan subsidi dari Perusda MGRM. “Subsidi kita sesuaikan dengan kondisi harga pasar, supaya harga di GPM lebih rendah dan meringankan beban warga,” lanjut Ananias.

Tak hanya bahan pokok, Pemkab juga memangkas rantai distribusi sayur-mayur. Produk segar didatangkan langsung dari produsen tanpa melalui tengkulak sehingga kualitas lebih baik dengan harga lebih bersahabat. Langkah ini dinilai penting karena stok petani tengah menipis akibat padi masih dalam proses pengeringan, yang membuat harga beras bertahan tinggi di pasaran, sekitar Rp16 ribu–Rp17 ribu per kilogram.

“Pemerintah hadir dengan beras SPHP Rp11.700 per kilogram dan beras lokal Rp13.000 per kilogram, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Pada GPM sebelumnya, penjualan beras bahkan mencapai 21 ton, jauh di atas target awal hanya 10 ton. Pemerintah memastikan jika stok kembali habis, pasokan segera ditarik dari gudang Bulog agar ketersediaan tidak terganggu.

READ  Jembatan Pendamping di Tenggarong Ditarget Rampung Akhir 2025

Dengan strategi ini, Pemkab Kukar optimistis GPM mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat melewati masa kritis sebelum panen raya berlangsung pada pertengahan September mendatang. (adv/SA)

BERITA POPULER