Jumat, Juni 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lanjong Art Festival 2025: Kukar Gaungkan Diplomasi Budaya Lewat Seni

KUKAR – Malam puncak Lanjong Art Festival 2025 di Ladang Budaya Tenggarong, Rabu (28/8/2025), bukan sekadar penutup rangkaian pertunjukan seni. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bagaimana Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan diri dalam arus diplomasi budaya global.

Dengan mengusung tema “Habis Barat, Terbitlah Timur”, festival ini menegaskan posisi Kukar sebagai bagian penting dari pusat kreativitas Asia. Pertunjukan lintas negara hadir dari Brasil, Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Spanyol, berpadu dengan talenta lokal. Kolaborasi ini menunjukkan pergeseran perhatian dunia ke arah timur, menjadikan seni sebagai jembatan lintas bangsa.

Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Musik, teater, dan kolaborasi lintas disiplin tampil sebagai medium penghubung Kukar dengan dunia. Penonton larut, seakan merasakan pesan yang melampaui batas geografis dan budaya.

Dewan Pembina Yayasan Lanjong, Dedi Nala Arung, menyebut festival ini dirancang sebagai ruang apresiasi seni yang bermakna. Bagi masyarakat Kukar, kehadirannya membuka akses langsung pada karya seni global tanpa harus keluar daerah. “Festival ini kami rancang agar masyarakat tidak hanya menonton hiburan, tapi juga merasakan nilai tinggi dari setiap penampilan,” ujarnya.

Enam hari penuh rangkaian acara menjadi bukti bahwa Lanjong Art Festival bukan hanya pesta seni, melainkan momentum membangun kesadaran bahwa Kukar bisa menjadi pusat seni kontemporer di Kalimantan. Dukungan komunitas, penonton, dan media memperlihatkan ekosistem seni di daerah ini semakin hidup.

Penampilan Panji Sakti di malam terakhir menambahkan lapisan emosional yang memperkuat narasi festival: seni adalah energi yang menyatukan. Kekuatan musik menjadi penutup yang memberi kesan mendalam, mengikat penonton dalam satu pengalaman kolektif. “Enam hari penuh bukan waktu singkat. Kehadiran penonton, dukungan komunitas, hingga kerja keras panitia, semuanya menjadi bagian penting dalam keberhasilan festival ini,” tutur Dedi.

READ  Lima Desa di Kukar Terima Manfaat Pamsimas

Meski Lanjong Art Festival hanya hadir dua tahun sekali, Yayasan Lanjong menyiapkan agenda lain agar denyut seni tetap berkelanjutan. Program-program ini diharapkan menjaga gairah masyarakat menikmati karya seni berkualitas secara konsisten.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada media yang terus mengawal jalannya festival. Publikasi, menurut Dedi, menjadi kunci agar gaung seni lokal menembus ranah nasional bahkan internasional. “Peran media sangat penting. Tanpa publikasi, acara ini bisa saja lewat begitu saja. Kami sangat berterima kasih,” pungkasnya. (adv/SA)

BERITA POPULER