TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp 800 miliar, mengalami kenaikan signifikan sekitar Rp 120 miliar dibandingkan dengan target PAD 2024.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, menegaskan target ini akan dicapai dengan mengoptimalkan berbagai sektor pendapatan yang ada, selain mengandalkan sektor ekstraktif migas dan pertambangan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar katanya, diminta bekerja keras memaksimalkan sumber-sumber PAD yang potensial.
“Saya telah menginstruksikan Bapenda untuk mengoptimalkan semua sektor untuk mencapai target Rp 800 miliar tahun ini. Target ini juga sudah dicanangkan dan dibagi ke masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Beberapa sektor yang menjadi fokus utama penerimaan PAD antara lain pajak Penerangan Jalan Umum (PJU), pajak restoran, serta insentif daerah yang diperoleh Pemkab Kukar dari pemerintah pusat. Selain itu, sektor Dana Bagi Hasil (DBH) dari perkebunan dan pengolahan lingkungan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.
Pemkab juga mengandalkan kontribusi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mulai aktif memberikan dividen. Salah satunya, Perumda Tirta Mahakam yang tahun ini baru pertama kali dapat memberikan dividen setelah 33 tahun berdiri. Target dividen dari Perumda Tirta Mahakam tahun ini diperkirakan Rp 1,3 miliar.
“Sektor BUMD juga ikut berperan dalam target PAD. BUMD seperti KSDE (Kukar Sejahtera Dambaan Etam) dan MGRM (Mahakam Gerbang Raja Migas) sudah berkomitmen memberikan dividen kepada pemerintah daerah, sesuai dengan perjanjian kinerja yang sudah ditetapkan,” tambah Sunggono.
Dengan adanya diversifikasi sumber pendapatan dan optimisasi sektor-sektor yang ada, Pemkab yakin dapat mencapai target PAD 2025 dan terus mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.
“Meski pajak masih menjadi penyumbang utama PAD, namun kami terus berusaha agar pendapatan dari sektor lain juga terus meningkat,” tutup Sunggono. (adv)




